When I find my golden road with God

Lewat Gurun Sinai..

 Gurun Sinai

(Thanks be to God)

Gurun Sinai…siapa yang tidak tahu tempat ini, ini adalah gurun kering dan ajaib yang Tuhan pilihkan untuk mengubah dan menguji bangsa pilihan-Nya untuk selalu hidup bergantung pada-Nya. Tuhan memilihkan tempat ini selama 40 tahun bagi bangsa Israel untuk mengembara sebelum tiba di tanah Perjanjian. Dalam bagan sejarah pada Alkitab, keturunan Yakub diperbudak di Mesir pada 1800-1600 SM, kurang lebih 4000 tahun silam. Melalui kesepuluh Tulah yang Tuhan kirimkan, akhirnya Firaun menyerah dan membiarkan bangsa Israel meninggalkan Mesir. Namun, Firaun berubah pikiran dan mengejar bangsa Israel hingga ke Laut Merah (Red Sea). Musa, yang Tuhan pilihkan untuk memimpin bangsa Israel, mengangkat tongkatnya dan mujizat itupun terjadi, Laut Merah terbelah dua, bangsa Israel berjalan melewati laut Merah yang kering. Pasukan Mesir menyusul dari belakang, tetapi Tuhan berkehendak lain, dan air kembali menyatu.  Pasukan kereta kuda itupun tenggelam sebagai tanda bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja bagi orang-orang pilihan yang dikasihi-Nya.

 
 

 

Peta perjalanan bangsa Israel melewati Gurun Sinai menuju Tanah Perjanjian (kiri). Perjalanan yan kulalui selama di Mesir dan Gurun Sinai (kanan).

Peta perjalanan bangsa Israel melewati Gurun Sinai menuju Tanah Perjanjian (kiri). Perjalanan yang kulalui selama di Mesir dan Gurun Sinai (kanan). –Peta diambil dari berbagai sumber–

 

 

Setelah bangsa Israel luput dari kejaran Firaun, bangsa Israel mengembara di padang gurun Sinai selama 40 tahun lamanya. Musa diubahkan Tuhan dengan 40 hari di Gunung Sinai dan kemudian menerima kesepuluh Hukum Taurat di Gunung Sinai, yang menjadi dasar dan mengatur kehidupan manusia akan hubungannya terhadap Tuhan (Hukum 1-4) dan terhadap sesama (Hukum 5-10). Kesepuluh Hukum Taurat ini secara terperinci digambarkan pada Keluaran 20 (Kitab Perjanjian Lama). Musa adalah orang yang dekat pada Tuhan pada jaman itu. Tuhan berbicara kepada bangsa Israel melalui Musa. Pada suatu kali, Musa menjadi marah karena bangsa Israel bersungut-sungut kehausan di gurun yang tandus. Inilah yang menjadi penghalang bagi Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian (Bilangan 20:12). Tuhan mengizinkan Musa memandang Tanah Perjanjian itu dari jauh (gunung Abarim), kemudian Musa meninggal di Bukit Nebo (Ulangan 32:48-52). Perjalanan bangsa Israel selanjutnya dipimpin oleh Josua memasuki Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan.

 
 
 

 

Pohon berduri tajam yang tumbuh di daerah gurun.

Pohon berduri tajam yang tumbuh di daerah gurun.

Bukanlah perjalanan yang mudah untuk melewati Gurun kering dan tandus. Sepanjang mata memandang yang ada adalah pasir, batu, angin bercampur debu, panas terik disiang hari, dehidrasi dan kelelahan. Setidaknya itu yang kurasakan saat mengikuti fieldtrip di daerah Gurun Sinai (14-22 Pebruari 2009). Aku mengalami demam tinggi selama 3 hari pertama di Moon Beach. Mata berair, hidung bersin-bersin dan kepala sangat pusing. Aku merasakan kekurangan cairan (dehidrasi) pada tubuhku. Ada banyak air dalam botol minuman yang disediakan secara khusus untuk kami minum. Tapi toilet adalah masalah besar selama di lapangan terutama bagi wanita seperti saya, jadi ada banyak pertimbangan saat meminum air.

 

Di daerah gurun, banyak yang harus diperhatikan dalam hal keselamatan. Sebelum kami berangkat dari Inggris, kami para peserta sudah dibekali dengan berbagai safety procedures. Misalnya jangan sekali-kali memungut batuan dengan tangan tapi terlebih dahulu menggesernya dengan kaki karena kemungkinan binatang-binatang gurun bisa bersembunyi dibalik bebatuan seperti kalajengking dan ular. Kalau berjalan sebaiknya hati-hati terutama didaerah yang berpasir, karena kadang tidak terprediksi setebal apa pasir tersebut, sehingga kita bisa terjerembab karenanya. Kalau mendaki daerah berbatuan haruslah ekstra hati-hati karena batuan tidak tertancap secara kokoh tanah berpasir, dan sejumlah cara evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di lapangan.

 
 
 
 

 

Beberapa tempat yang kujalani selama fieldtrip di Mesir (Kairo-Helioplolis, Sungai Nil, Piramida, Patung Sphinx, Laut Merah dan Gurun Sinai.

Beberapa tempat yang kujalani selama fieldtrip di Mesir  (Kairo-Heliopolis, Sungai Nil, Piramida, Patung Sphinx, Laut Merah dan Gurun Sinai).

 

 

Perjalanan yang dilalui bangsa Israel selama 40 tahun melalui Gurun Sinai bukanlah hal yang mudah. Berkali-kali Tuhan marah kepada bangsa Israel karena mereka bersungut-sungut dalam hal makanan dan minuman. Aku bisa membayangkan bagaimana 4000 tahun yang lalu saat belum ada transportasi seperti sekarang ini. Mereka berjalan kaki di pasir bebatuan dan gersang. Berjalan diatas pasir adalah hal yang melelahkan karena seperti berjalan tanpa pijakan. Langkah kaki menjadi kecil dan jarak yang ditempuh terasa menjadi jauh dibanding dengan kita berjalan di jalan ber-aspal dengan pijakan yang teguh. Sepanjang mata memandang yang terlihat adalah pasir, bukit batu dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Ada beberapa pohon dan tumbuhan yang bertahan hidup, tapi itupun terlihat kering dan berduri tajam.

 
 
 
 

 

Foto bersama teman-teman disalah satu Sesar utama (Main Border Fault) yang mengontrol struktur geologi di daerah Wadi Hommur (Gurun Sinai).

Foto bersama teman-teman disalah satu Sesar utama (Main Border Fault) yang mengontrol struktur geologi di daerah Wadi Hommur (Gurun Sinai).

 

 

Siapa yang dapat menyelami dalamnya rencana Tuhan?

Tuhan bekerja dengan luar biasa dalam hidupku selama aku tinggal di Moon Beach, di pantai Laut Merah, Teluk Suez. Aku menjalani fieldtrip ini dengan tenang, tanpa gangguan internet, jauh dari pemukiman, menikmati Laut merah yang dingin, melihat ikan-ikan kecil berenang disekitarku ketika aku mencoba merendam tubuhku di pinggiran Laut Merah, menyaksikan matahari terbenam, menikmati panas terik gurun, berbagi pengalaman dengan orang-orang Arab yang sopan dan mengalami kedinginan yang luar biasa sewaktu malam hari. Tuhan mengajariku menghargai setiap detik yang kulewati di Gurun Sinai, berpetualang dari satu bukit ke bukit lain, dari satu lembah ke lembah lain, dengan fasilitas yang bagus (sangat berbeda dibanding bangsa Israel saat melewati gurun ini ribuan tahun silam). Entah bagaimana, aku sangat menyukai gurun yang tenang dan damai ini. Aku bisa ber-saat teduh tanpa ada gangguan sms, telepon dan internet. Aku bisa bernyanyi lagu pujian bagi Tuhan tanpa ada yang melarang dan merasa terganggu. Aku berangkat tidur dengan tubuh yang letih tapi bahagia..sungguh, aku sangat menikmati setiap detik yang kulalui disini.

Aku tahu aku bukan turunan Israel yang terpilih, tapi aku tahu Tuhan bisa mengubah hidupku menjadi baru disini. Aku tahu Tuhan pelihara aku disini.. di padang gurun yang tandus, aku temukan kedamaian hidupku… Thanks God, through Jesus Christ and Holy Spirit. Amen.

About these ads

Comments on: "Lewat Gurun Sinai.." (8)

  1. Dumex…apa kabar… :)

    keren tulisan mu…

    jadi pengen ke mesir…mau gak jadi guide ku…??
    wkwkwk….

    kamu enak deh bisa jalan2 trus..sambil belajar pula…dah gitu…diongkosin pula… :(

    tapi…kok bisa sempet sakit sih…??
    pantes agak kurusan…

    sehat dan sukses selalu ya Dumex…

    PS..ada yg perlu di koreksi kayaknya tuh di bagian-2..

  2. dumexpasaribu said:

    Hai Jhon, kabarku baik..God’s good all the time :)
    makasih, aku coba bagi pengalamanku pada banyak orang, berharap orang2 jg diberkati melalui tulisan2 itu.

    Kalo mau ke Mesir, ngga susah kok ngurus visanya. Cuma 3 hari (hm..ini konsulat terbaik yg pernah kuhadapi dr konsulat beberapa negara yg pernah ku-apply visanya hehe..), setelah disana juga ngga susah cari akomodasi. That’s recommended place utk dikunjungi.

    Seperti yg aku bilang tadi, God’s good all the time.. Banyak juga suka duka-nya hanya saja kalau kita mensyukuri, semuanya jadi indah. Ada kejutan yg Tuhan siapkan dibalik semuanya itu..

    Sakit? hehe..biasa, di UK udah sempet nyaman dgn suhu 1 derajat celsius, tiba2 di gurun 30 derajat celsius hehe..

    Sukses buatmu juga yah..
    jangan lupa ngajak aku yah kalo kamu ke Mesir, ntar aku jadi guide-nya deh.

    PS. makasih, udah aku edit :)

  3. Busmin Silaen said:

    Bah tabo nai pengalaman hidupmu ito, sudah setengah luas dunia didalani:-D

    Btw, Dumex memang wanita tangguh. Salut!
    Tapi setelah balik ke Inggris demam lagi ndak?
    kan harus adaptasi cuaca lagi….hehe2x

    Debata ma sai masu-masu langkamu.

  4. dumexpasaribu said:

    Bang Busmin, makasih, banyak suka dukanya tapi yang terpenting adalah mengucap syukur dalam segala sesuatu, iya kan bang?

    Debata Na Basa ma mandongani hita sudena, amen.

  5. valentino said:

    ehem..
    horas ito,
    beha kabar disan?

    regards,

  6. hendarwin said:

    Hallo Dumex,
    Aku lagi browsing2 eh… ketemu alamat web dgn nama kamu yang “very unique” …
    Btw, one comment: Katanya Musa (atau Moses dlm bhs ibrani) menyeberang laut merah dengan memukulkan tongkat ke laut.
    Tapi kalau lihat rute di gambar diatas, dia tidak melewati laut, tapi darat. How come?
    Atau dulu zaman nabi musa, itu daratan mesir dan sinai terpisah (teori gerakan lempeng tektonik) ?

    Regards,
    hendarwin

  7. dumexpasaribu said:

    Halo mas Darwin..iya bener, sy nyari picture yg lewat laut merahnya, tp blm nemu..should be there one, at least hehehe..ntar kalo sudah nemu akan di-post :)
    Kalo ttg teori tektonik lempeng, great idea..that’s genius. Kalo berdasarkan stratigrafi (susunan batuan dari tua ke muda..) ada historynya mesir dan utara laut merah yg sekarang, ada genang lautnya, yang kemudian surut seiring dgn sejarah tektonik Afrika.
    Makasih banget yah atas masukannya..appreciated highly.

    Dumex

  8. abdul cholik said:

    gurun sinai, merupakan sejarah bagi manusia untuk bisa melihat seberapa besar manusia untuk bisa bersabar dijalannya, so aku punya anak kuberi nama sinai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: